Skip to content

Takdir dan Sepak bola

December 29, 2010

Takdir dan Sepak bola Waktu nonton Indonesia VS Malaysia pas tanggal 26 Desember kemarin (saya tidak mau membicarakan kekalahan Indonesia atau kecurangan Malaysia di Leg I), tiba-tiba muncul di kepala saya tentang konsep takdir Tuhan. Sebenarnya seh ga ada hubungan Takdir sama sepak bola, tapi ada yang menarik menurut saya. Coba jawab pertanyaan berikut:

Pertama, kenapa kita lebih senang nonton bola siaran langsung daripada siarang tunda?
Kedua, kenapa setiap pemain sepak bola berjuang mati-matian untuk kemenangan tim-nya, toh pasti ada yang menang dan kalah?

Sebelum Anda menjawab, saya ingin menjawab-nya terlebih dahulu.

Pertama, saya dan mungkin juga Anda tidak suka menonton bola siaran tunda, kenapa? Karena kita sudah tahu hasil atau skornya. Sebagian orang suka nonton dengan alasan ingin melihat proses terjadinya gol. Sama halnya dengan takdir hidup kita, apa Anda mau tahu kapan Anda mati dan bagaimana caranya? Tahu dengan siapa Anda akan menikah? Tahu bahwa Anda akan masuk surga atau neraka? Ah, kalau seperti itu, secara pribadi saya tidak suka dengan hidup ini.

Menurut saya, yang menarik dari hidup ini adalah “esok hari” karena di sana ada “kejutan” untuk kita, dan saya suka itu. Dengan bahasa lain, “esok hari” itu seperti ada sebuah tantangan yang harus saya siap hadapi. Rasanya hambar kalau kita tahu apa yang akan terjadi besok.

Hal menarik lagi adalah, dan ini untuk sekaligus menjawab pertanyaan kedua, Tuhan melihat kita seperti “menonton siaran ulang sepak bola” di TV. Konsep Tuhan kita adalah, Dia tidak terikat ruang dan waktu, jadi kemarin-sekarang-esok itu sama saja bagi-Nya. Tuhan sudah tahu “hasil pertandingan”, Dia hanya melihat kesungguhan “masing-masing tim” untuk menang.

Jadi, Tugas kita di dunia ini adalah bersungguh-sungguh untuk berbuat baik, apa pu hasilnya, Tuhan tidak akan menyia-nyiakan usaha kita. Toh, kalau saya tahu takdir saya, saya tidak akan bersungguh-sungguh melakukan sesuatu. Misalnya: saya tahu hasil ujian nanti adalah A, mana mungkin saya akan belajar. Tapi hidup tidak seperti itu, di sini berlaku hukum sebab-akibat, dan hasil akhir adalah takdir. Kalau Anda sudah berusaha sebaik-baiknya, tapi gagal, ambil pelajaran dan hikmah darinya

Mungkin itu saja dulu jawaban saya, kalau pembaca punya pendapat lain, silahkan beri komentar. O ia, nanti malam jangan lupa nonton sepak bola Indonesia VS Malaysia Leg II ok. Menang-kalah itu sama, yang kita dapatkan adalah yang terbaik buat kita, syaratnya adalah “sungguh-sungguh” dan “kerja keras”.

One Comment leave one →
  1. February 28, 2011 9:41 am

    Nice post🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: